Teks Anekdot: Apakah Uang Kotor Membawa Berkah?

Ya sebenernya saya bikin tugas ini semata-mata buat tugas dari guru bahasa indonesia ._. tapi ya daripada nganggur di dalem laptop mending di post disini hehe Free to read, Free to comment, Free to like. thank you :)) check it out~

Seorang pejabat yang lumayan kaya, yang entah mendapatkan kekayaan itu sendiri dari mana. Ia sedang mengendarai mobil barunya, Porsche keluaran terbaru. Yang pasti harganya tidak murah. Bahkan bisa dibilang bermilyar-milyar harganya.

Bisa tebak ia membeli mobil dengan uang apa? Memang dengan kekayaannya. Tapi kekayaan tersebut bukan penghasilan bersihnya. Itu hanya hasil korupsi dari pekerjaannya, yang entah dia kerjakan atau tidak. Yang dia tahu hanya satu, yang penting dapat hasilnya.

Bahkan ia barusan saja berangkat dari kantornya, menerima “tip” kecil berupa uang tunai. Wow, pasti kaya sekali kan pejabat ini. Ia sedari tadi senyum terus-menerus, senang dengan kekayaannya yang melimpah.

Lalu ia mendengar suara telepon masuk, ia mengambil handphonenya di dashboard mobil, lalu mengangkatnya “halo?”. Diseberang sana terdengar suara tangisan, dengan gagap menjawab “papa…. Mama masuk rumah sakit. Mama terkena usus buntu, barusan ambulans datang bawa mama kerumah sakit.”

Bukan kepalang si pejabat itu panik, kaget entah segala macam perasaan ada di kepalanya. Ia tidak memerhatikan setir dan jalanan didepannya lagi. Baru ia hendak menjawab ucapan anaknya, tiba-tiba ada suara klakson dari sebelah kanannya dan sebuah truk melaju kearahnya. Ia pun kaget dan mobilnya pun tertabrak.

Mobil nya sempat terguling karena hantaman keras truk tersebut. Kepalanya bersimbah darah, bahkan kakinya terasa sakit sekali. Ia masih sadar, belum pingsan. Bertubi-tubi kesialan yang ia dapatkan hari ini, dan dia merasa Tuhan tidak adil padanya.

Lalu ia melihat sekeliling, orang-orang mulai berdatangan menolongnya. Dan ia melihat spanduk di depan matanya yang bertuliskan “hindari korupsi di Negara ini, dan musnahkanlah mereka yang berkorupsi!” dia terdiam sejenak. Lalu tersenyum, ia merubah pikirannya, Tuhan memang adil kepada semua umatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s