Desa Budaya Pampang

Sumber: http://anggialfonso.com/desa-pampang-desa-wisata-suku-dayak-di-samarinda/

Sebenarnya penulis artikel ini sendiri belum pernah pergi ke Desa Pampang sebelumnya. Hanya bermodalkan cerita kakak yang sering sekali pergi kesana dan artikel-artikel di internet, saya berani menuliskan artikel ini di blog saya secara seksama.

Desa Budaya Pampang adalah salah satu desa yang menjadi pusat adat dan budaya suku Dayak dan kerap dijadikan objek wisata di Kalimantan Timur. Desa ini berada di jalan poros Samarinda-Bontang km 5.

Menurut sejarah, awalnya Suku Dayak Apokayan dan Dayak Kenyah yang pada saat itu tinggal di daerah Kutai Barat dan Malinau, pergi ke tempat lain karena tidak ingin ikut ke wilayah Malaysia dengan harapan ekonomi dan taraf pendapatan yang menjanjikan. Pada akhirnya pun mereka tiba di daerah Pampang dan menjadikan desa Pampang sebagai tempat tinggal, melakukan kegiatan masyarakat seperti gotong-royong, merayakan natal, panen raya dan lainnya.

Lalu pada bulan Juli 1991, Gubernur Kaltim yang menjabat pada saat itu HM Ardans meresmikan Desa Pampang sebagai Desa Budaya karena dianggap cocok untuk dijadikan aset wisata unggulan di tingkat local maupun mancanegara.

Seperti yang saya dapatkan sumbernya di internet dan beberapa cerita, kawasan wisata Desa Pampang terdiri dari rumah lamin besar yang memiliki halaman yang luas dengan bangunan di sisi kiri-kanannya yang digunakan untuk menjual pernak-pernik khas Kalimantan. Pernak-pernik yang ditawarkan berupa gelang akar bahar, gelang manik-manik dan berbagai gelang batu, tas anyaman, topi adat, kalung gigi beruang, kalung gigi babi, dan berbagai jenis pernak-pernik lainnya.

Salah satu penjual pernak-pernik tersebut masih ada yang memegang tradisi telinga panjang atau disebut Mucuk Pening. Tentu saja penjual ini menarik perhatian para wisatawan setempat. Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan daun cuping telinga ini menggunakan logam berbentuk lingkaran atau gasing dengan ukuran kecil yang berfungsi sebagai pemberat.

Di Rumah Lamin tersebut, terdapat Patung Blontang dan Kepala Naga. Patung Blontang terdapat disekeliling rumah lamin yang melambangkan dewa-dewa sebagai penjaga rumah atau kampung. Sedangkan Kepala Naga terdapat diujung-ujung atap rumah sebagai symbol keagungan, budi luhur, dan kepahlawanan.

Di kawasan wisata daerah Pampang, juga terdapat acara rutin pagelaran tarian suku dayak yang dilakukan pada hari Minggu, pukul 14.00-15.00.

 

 

Sumber :

https://jefrihutagalung.wordpress.com/2014/05/31/berkunjung-ke-desa-budaya-dayak-di-pampang-samarinda/

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s